1. Pemindaian Lokal di Browser
Teks pesan diproses langsung pada komputer atau ponsel Anda tanpa dikirim ke API luar atau cloud, menjamin kerahasiaan 100%.
Menerima pesan mencurigakan di WhatsApp, SMS, Telegram, atau email? Tempelkan teks atau tautan di bawah ini. Sistem kami akan memeriksa indikasi ancaman berdasarkan pola penipuan terkini secara instan dan 100% aman di peramban Anda.
Ketikkan pesan, tempel teks dari clipboard, atau klik salah satu contoh preset di sebelah kiri, lalu klik tombol "Analisis Pesan Sekarang".
Teks pesan diproses langsung pada komputer atau ponsel Anda tanpa dikirim ke API luar atau cloud, menjamin kerahasiaan 100%.
Sistem mencocokkan teks dengan 12 kategori ancaman nyata di Indonesia: link APK, permintaan OTP, domain palsu, hingga urgensi waktu.
Setiap indikator diberikan bobot risiko. Jika terindikasi pola kritis, sistem memberi rekomendasi tindakan pencegahan konkret seketika.
Jika Anda merasa menjadi korban atau target kejahatan siber, segera laporkan ke lembaga resmi berikut:
Kementerian Kominfo memfasilitasi pemblokiran situs web phishing, akun media sosial palsu, dan tautan berbahaya.
Cek apakah nomor rekening bank atau e-wallet pernah dilaporkan terlibat kasus penipuan sebelum mentransfer uang.
Pusat penanganan kejahatan sektor keuangan terpadu bentukan OJK, Bank Indonesia, dan perbankan nasional.
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk pelaporan resmi tindak pidana penipuan online, pemerasan, dan malware.
Sangat aman. Kode detektor ini berjalan 100% di browser (client-side) perangkat Anda sendiri. Tidak ada data yang dikirimkan ke server, tidak ada pencatatan teks, dan tidak ada pelacakan identitas.
File APK adalah paket instalasi aplikasi Android. Penipu menyamarkannya sebagai foto kurir atau surat tilang. Saat dipasang, malware tersebut dapat membaca SMS Anda, mencuri kode OTP perbankan, dan menguras saldo secara diam-diam.
Belum tentu. Detektor ini mencocokkan kata kunci penipuan yang paling lazim. Penipu cerdik mungkin memakai kata-kata baru. Oleh karena itu, jika ada ajakan mentransfer uang atau meminta informasi pribadi, selalu lakukan verifikasi mandiri.
Segera hubungi call center resmi bank pengirim dan bank tujuan Anda untuk meminta pemblokiran rekening penerima, simpan semua bukti chat dan mutasi transaksi, lalu buat laporan di IASC OJK dan kepolisian terdekat.